Archive for the ‘Nasehat Islami’ Category

Menikah..!!


MenikahMenikah. Satu kata tapi berjuta perasaan dan tanggung jawab bergumul menjadi satu. Secara Islam, hakekat pernikahan adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nantinya. Arti kata sakinah adalah kedamaian, ketentraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Mawadah artinya kasih sayang atau penuh cinta. Sedangkan warahmah diambil dari kata rahmah artinya anugrah, karunia, rahmat, belas kasih, dan rejeki dari Allah SWT.

Menikah adalah bagian dari sunah Rasullullah saw yang sangat diutamakan. Hal ini dikarenakan pernikahan merupakan sarana penyempurnaan agama serta pondasi terbentuknya masyarakat muslim, dan akan membuat orang merasa tenteram dan bahagia. Sebaliknya, Rasulullah saw sangat keras dalam memperingatkan orang yang ingin membujang. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Rasulullah saw. pernah memperingatkan dengan tegas Utsman bin Madz’un sebagai orang yang berniat untuk membujang, yang seandainya Beliau mengijinkan, niscaya kami sudah berkebiri.” (HR. Bukhari)

Baca lebih lanjut

Iklan

Jadwal Puasa Ramadhan 1433 H (Imsakiyah)


Selamat Puasa ya….^_^

Assalamu’alaikum kawan-kawan…. 😉

Selamat pagi…..^_^

Bulan ini kita akan menjalankan ibadah Puasa bulan Ramadhan bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia…. 😀

Ada sebagian muslim yang mulai menjalankan ibadah puasa kemaren Jum’at (20/07), tapi ada pula yang hari ini, Sabtu (21/07) mengikuti aturan Pemerintah yang telah ditetapkan kemaren malam jam 9-an. Terlepas dari itu semua, saya ingin mengucapkan kepada seluruh teman-teman Muslim, khusunya di Indonesia :

Baca Selengkapnya, klik SINI ya

Pentingnya Bersyukur


Alhamdulillah

syukur

Bersyukur diambil dari kata dasar “syukur”. Syukur sendiri bisa diartikan sebagai rasa terima kasih kepada Sang Pancipta Alam, yaitu Allah SWT. Rasa bersyukur tidak hanya timbul ketika kita mengalami kebahagiaan. Tapi alangkah baiknya bila saat bersedih, kita tetap harus bersyukur. Kenapa?? ❓  ❓  ❓   Karena ketika bersedih, kita dihadapkan pada suatu permasalahan yang mebuat kita sedih. Apa hubungannya??  🙄  Ketika kita memiliki masalah, kita belajar untuk mencari solusi atau jalan keluar terbaik untuk semuanya, termasuk untuk diri kita sendiri. Bila kita bisa melalui masalah ini dengan jalan keluar yg terbaik, maka itu artinya kita telah belajar dewasa. Dewasa bukan hanya mencakup usia kita yg telah matang, tetapi lebih ke diri kita bisa mengetahui mana yg baik & buruk, mana yg harus dihindari & dilakukan, mana yang hak & kewajiban. 🙂

Baca Selanjutnya

Perjuangan seorang Ibu…. :-)


Love U mamaku.... ^_^

Malam ini entah mengapa aku merasakan kerindukan kepada mamaku (alm). Dulu sewaktu mamaku masih hidup, meskipun aku dan mamaku jarang bertemu, tapi ketegaran, kekuatan, dan semangat yang besar untuk hidup yang membuatku bangga, dan sampai sekarangpun aku bangga sama mama. Mama adalah inspirasi nyata dalam hidupku. Tanpa mama aku bukanlah apa – apa dan bukanlah siapa – siapa. Saat aku “jatuh” dan “terpuruk” mama yang bisa membuatku bangkit. Dengan memikirkan mama, aku bisa kembali semangat untuk menghadapi dunia. Tapi semenjak mamaku meninggal, aku merasakan perasaan yang jauh seperti dulu. Sangat jauh sekali perbedaan yang kurasakan. Aku merasa sendiri dan kesepian.

Saat mamaku masih hidup, aku ketemu mama paling banyak dalam 1 tahun 1-2 kali. Itupun harus menunggu mamaku mendapatkan cuti dari boss-nya. Betapa senangnya aq ketemu mama. Tapi sayang waktu kami untuk ketemu antara 2-6 hari tergantung boss-nya memberi ijin sampai kapan. Sebagai anak kecil yang waktu itu aku belum dewasa, aku hanya bisa melihat mama pergi meninggalkanku kembali ke Jakarta, kota dimana mama bekerja, dan aku hanya bisa menangis. Tapi keluargaku (om-omku dan nenekku) menguatkan aku dan menasehatiku supaya tidak menangis di depannya mama agar mama tidak kepikiran raut wajahku yang sedih.

Mama bekerja membanting tulang untukku di Jakarta setelah bercerai dari bapakku pada saat usiaku masih 14 bulan. Berbagai persoalan muncul dalam rumah tangga kedua orangtuaku dan tidak adanya titik temu dalam berbagai persoalan membuat orangtuaku memutuskan untuk bercerai. Aku ga tau siapa yang harus dipersalahkan dalam perceraian bapak dan mamaku. Dan aku tidak mempersoalkan itu. Mungkin ini adalah takdir aku dan mamaku. Ini mungkin juga adalah yang terbaik untuk semuanya. Tapi sebagai anak, aq terkadang berfikir dan membayangkan, “seandainya mama dan bapakku masih bersama, akankah kami bisa bahagia?”

klik di sini untuk melanjutkan ^_^

Hukum Islam Mengenai Cincin Kawin


Cincin Kawin Laki-laki

Di artikel yang lalu, saya menulis tentang “Haram Bagi Laki-laki Memakai Emas dan Sutera”.

Lalu ada sebuah pertanyaan: gimana ya nasib cincin kawin buat laki-laki?

Hati saya tergugah untuk mencarinya   😀

Kemudian saya mendapatkan artikel-artikel yang memiliki dasar yang jelas akan pertanyaan di atas.

Seperti yang kita ketahui bahwa di dalam agama Islam telah dijelaskan bahwa laki-laki diharamkan memakai emas, termasuk cincin. Namun, Laki-laki mubah (boleh) untuk memakai cincin, asalkan bukan dari emas.

Hal ini berdasarkan Hadits riwayat Imam Muslim, dari Ibnu Abbas ra. bahwa:

Rosululloh SAW melihat cincin dari emas di tangan seorang lelaki, maka Rosululloh melepasnya dan membuangnya. Kemudian Rosululloh bersabda, “Seorang di antara kamu sekalian sengaja mengambil bara dari api neraka dan meletakkannya di tangannya.”
Setelah Rosululloh pergi, seorang sahabat menyuruh lelaki itu mengambil cincin yang sudah dibuang Rosululloh agar cincin tersebut bisa dimanfaatkan. Tetapi lelaki itu menjawab, “Aku tidak akan mengambil cincin itu selamanya karena itu sudah diharamkan oleh Rosululloh SAW.”

(DR. Musthofa al-Khin. al-fiqh al-Manhaji: III/94-95)

dan

klik SINI untuk melanjutkan

Haram Bagi Laki-laki Memakai Emas Sutera


emas-haram-untuk-laki-laki

Saya pernah mendengar bahwa Laki-laki diharamkan memakai perhiasan berbahan emas. Karena penasaran, benarkah hal itu? Maka akhirnya saya bertanya kepada beberapa sahabat yang saya anggap tau dan mengerti tentang syariat Islam. Selain itu, saya juga membaca beberapa artikel di blog dan di forum-forum Islami.

Ternyata memang benar bahwa Laki-laki HARAM memakai EMAS dan SUTERA.

Hal ini merujuk pada sebuah riwayat Nabi yang sangat gamblang menjelaskan keterkaitan antara LAKI-LAKI ** EMAS ** SUTRA.

HR abu daud dan an nasai dari Ali RA

Aku pernah meliha rasulullah SAW mengambil kain *SUTRA* lalu meletakkannya di tangan kanannya dan *EMAS* di tangan kirinya, kemudia beliau berkata “ KEDUA HAL INI ADALAH HARAM BAGI *LAKI-LAKI* DARI UMATKU“.

Selain Riwayat Hadist di atas, ada beberapa Riwayat Nabi yang lain, yang mengemukakan hal yang sama:

  • Diriwayatkan dari Umar, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alayhi wasalam pernah membuat cincin emas, dan ketika memakainya meletakkan matanya dibagian dalam telapak tangannya, maka orang-orang jugamembuat cincin emas. Kemudian Rasulullah duduk diatas mimbar dan menaggalkan cincinnya sambil bersabda, ‘Sungguh aku telah memakai cincin ini dan aku letakkan matanya di perut telapak tangan‘ Lalau beliau membunag cincinitu sambil berkata, ‘Demi Allah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya‘ maka orang-orang pun membuang cincin mereka”(HR Bukhari dan Muslim).
  • Nabi shallallahu alayhi wasalam pernah melihat sebuah cincin emas ditangan seorang lelaki, lalu beliau melepaskan cincin itu dan membuangnya, seraya bersabda, “Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya ditangannya“, Setelah itu Rasulullah pun pergi. Para sahabat berkata kepada lelaki itu “Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah“. Lelaki itu menjawab “Tidak demi Allah, aku tidak akan mengambilnya setelah Rasulullah membuangnya“. (HR Muslim)

klik SINI untuk melanjutkan

1 Minute Before Married


Ini adalah sebuah judul buku yang bernuansa Islami. Lumayan bagus sih . . . . Buku ini lebih berisi tentang motivasi bagi pasangan yang hendak menikah. Jadi penegn nikah ni . . . . .  sabar . . . .  😀 😀 😀

Di sini akan saya tuliskan beberapa untaian kata yang terangkum dengan indah sesuai dengan isi buku ‘1 minute before married’.

  • Menikah itu kebaikan, maka awalilah kebaikan dengan kebaikan pula . . . .
  • Jangan berkeluh kesah mengenai materi, alangkah indahnya jika api semangat terus kita jaga.
  • Menyegerakan diri untuk menikah itu sunnah, tetapi tergesa-gesa untuk menikah itu musibah.
  • Pernikahan itu membenturkan antara idealitas dengan realitas, maka kedewasaanlah yang akan menyatukan keduanya.
  • Cobaan menjelang pernikahan itu sangat berat. Maka beruntunglah bagi mereka yang dapat melaluinya dengan kesabaran dan keyakinan.
  • Cinta yang dikehendaki Allah adalah mencintai seseuatu karena mengharapkan keridha-an Allah semata.
  • Jika engkau menikahinya karena ketampanan atau kecantikannya, maka ketahuilah bahwa suatu saat ia akan peot dan keriput. Jika engkau menikahinya karena hartanya, sungguh ketahuilah bahwa hartanya itu akan habis. Namun jika engkau menikahinya karena agamanya, maka ketahuilah bahwa engkau orang yang paling beruntung.
  • Ketika Allah SWT telah membuatmu jemu dengan makhluk, maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kedekatan dengan-Nya.
  • Rasa pedih karena Allah SWT tidak memberimu, adalah karena engkau tidak mengerti rahmat Allah yang tersimpan di dalamnya.
  • Ketika Allah SWT membukakan pintu pengertian bagimu tentang penolakn-Nya, maka penolakan itu akan berubah menjadi pemberian.
  • Sesorang hanya akan menikah dengan jodohnya. Tidak mingkin dia akan menikah dengan yang bukan jodohnya. Maka kegagalan dalam menuju pelaminan, bias jadi karena memang dia bukan jodohnya.
  • Berdo’alah . . . tapi jangan semata-mata karena hajat duniamu, tetapi memang karena kerinduanmu untuk merintih, mengadu, berbisik, dan bercengkrama dengan-Nya.
  • Apa yang berlalu dari dunia adalah mimpi. Apa yang belum ada adalah angan – angan. Dan apa yang sekarang ada dalam genggaman adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan.
  • Derajat keimanan seseorang akan naik ke tingkat yang lebih tinggi setelah ia melewati satu pintu. Pintu itu bernama pernikahan.
  • Jangan sampai kekaguman kita terhadap dunia melebihi kekaguman kita kepada Allah SWT.
  • Dunia ini dating dan pergi sewaktu – waktu kapan saja. Jika dating bersyukurlah, jika pergi maka bersabarlah.karena itu letakkanlah dunia di telapak tanganmu, jangan di hatimu, karena tidak mungkin ada dua cinta berkumpul dalam satu hatimu.
  • Jadikanlah keikhlasan menerima takdir-Nya sebagai bukti cinta kita kepada Allah SWT. Hadapilah segala ketentuan-Nya . . . karena jalan kemenangan ada dalam hati kita.
  • Bila kita ingin mendapatkan yang lebih, maka kita juga harus berjuang dan sanggup berbuat yang lebih pula. Begitu pula apabila kita ingin mewujudkan cita – cita yang sempurna, maka kita harus mempersiapkan segalanya dengan sempurna.
  • Banyak yang ingin berpoligami, mengatasnamakan sunnah, padahal sebenarnya nafsulah yang menginginkannya.
  • Banyak yang takut menikah karena takut tidak dapat memberi makan istri dan anak, padahal yang memberi makan dan istri dan anaknya adalah Allah SWT, malalui perantara dia.
%d blogger menyukai ini: