Bolehkah Wanita Menikah Tanpa Mahar . . . ?

Mahar = mas kawin, adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan. Mahar di dalam Islam dinilai dengan menggunakan nilai uang sebagai acuan. Hal ini disebabkan karena mahar merupakan harta dan bukan semata-mata sebagai sebuah simbol. Mempelai perempuan dapat meminta mahar dalam bentuk harta dengan nilai nominal tertentu seperti uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, atau benda berharga lainnya. Mahar juga dapat berupa mushaf Al-Qur’an serta seperangkat alat shalat.

Agama Islam mengizinkan pihak laki-laki memberikan mahar dalam bentuk apapun seperti cincin dari besi, sebutir kurma, ataupun jasa). Namun demikian, mempelai perempuan sebagi pihak penerima memiliki hak penuh untuk menerima ataupun menolak mahar tersebut.

Di dalam pernikahan haruslah ada pemeberian harta sebagai mahar berdasarkan Firman Allah SWT yang artinya :

“Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian, yaitu mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina”.

(QS. An-Nisa : 24)

Dan dalam sebuah hadist bahwa Rasullullah SAW bersabda kepada laki-laki yang meminang wanita,

“Carilah (mahar) walaupun berupa cincin dari besi.”

Barangsiapa yang menikah tanpa mahar, maka wanita mempunyai hak untuk menuntut kepada suami mahar mitsil. Mahar pernikahan boleh berupa mengajar membaca Al-Qur’an, hadist-hadist, atau ilmu yang bermanfaat. Mahar adalah hak murni wanita, jika hak tersebut dilepaskan oleh istri dengan sukarela, maka calon suami gugur dari kewajiban membayar mahar tersebut. Allah SWT berfirman yang artinya :

“Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”

4 responses to this post.

  1. postingan yang berbobot…btw mau ga ya yang mosting besok ga diberi mahar?

    Balas

    • hehehehehehe, ga tau ya mas……tapi sebenere lebih ke pengen dapet mahar to ya……lha kalau mas sendiri, pas nikah ntr mo kasih mahar ga sm mempelai perempuannya?

      Balas

  2. Posted by cici on 4 Juni 2011 at 21:01

    kalau istri seorang mualaf, mahar’a gmn?? duhy msh gangerti mahar euy,,, repp ke email sy . Thx

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: