Pertengkaran yang Sehat

Setiap orang pasti pernah mengalami pertengkaran, baik dalam kapasitas kecil, sedang, atau besar. Baik dengan orang lain, teman, sahabat, kekasih, oarang tua, bahkan dengan diri sendiri.

🙂🙂🙂🙂🙂

Pertengkaran berawal dari adanya suatu permasalahan. Masalah timbul karena tidak adanya kesamaan persepsi antar kedua belah pihak. Inilah yang sulit. Menyamakan persepsi. Setiap orang ingin di dengarkan, tapi sudahkan kita mendengarkan orang lain ????😕

Pertengkaran yang sehat adalah pertengkaran yang tau dimana dan kapan kita harus bertengkar.  Carilah waktu dan tempat yang tepat (netral) untuk bertengkar dan menyelesaikan masalah. Waktu di sini berarti situasi dan kondisi di sekeliling kita berada saat itu. Begitu pua dengan tempat dimana kita harus sadar di mana posisi kita sekarang berada.

Contoh saja ni ya, saya pernah melihat sepasang kekasih sedang bertengkar di pinggir jalan. Mereka saling adu mulut dan dengan suara yang bisa di dengar minimal dalam radius 5 meter. Busyeeetttttt ga ada tempat lain bu………!?!?!?!? B-)

Apa mereka ga malu di lihatin orang banyak, didenger orang banyak….?😕😕😕

Kita orang Indonesia yang memakai adat ketimuran, yang tau sopan dan santun. Alangkah lebih baik sekali seandainya mereka menahan dulu emosi yang ada hingga sampai di rumah salah satu pihak untuk dibicarakan berdua. Di rumah inilah kita menyelesaiakan masalah, apa penyebab pertengkaran? kenapa bisa begitu? kenapa bisa begini? maunya gimana? dan solusinya ap?

Apabila kita ingin masalah cepat selesai. Duduklah berdua, cari tempat yang netral, dan bicarakan baik-baik dengan dia (atau beliau) dengan pikiran yang jernih, meskipun berat kita harus mencoba. Kita harus mengalahkan ego kita sendiri demi kebaikan bersama. Ingatlah masa-masa bersama sebelum timbul pertengkaran ini, apakah kamu tidak ingin seperti masa itu lagi? main bersama sambil tertawa dengan riangnya? Siapkah kamu kehilangan keceriaan itu semua? Jangan sampai ada penyesalan di esok hari kawan.

Emosi tidak harus dengan mengeluarkan suara keras, berteriak-teriak, caci maki sampai meng-absent isi kebun binatang Ragunan. Jangan membuang tenaga hanya untuk hal-hal yang ga penting. Aturlah emosimu dengan semampumu, semaksimal yang bisa kamu lakukan. Pikirkanlah solusi yang ada. Itu yang penting. Utarakan apa yang kamu inginkan, dan kamu juga harus mau mendengarkan yang dia inginkan. Harus ada pengertian, kesabaran, dan pengorbanan, serta kesadaran.

Komunikasi adalah kunci utamanya.

Kita hidup tidak sendiri. Kita adalah makhluk zoom politicon, yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Selesaikan masalahmu, mintalah maaf, dan ambil hikmah yang ada.

Setiap masalah memiliki jalan keluar masing-masing. Tak ada masalah yang tidak ada solusinya. Selama kita yakin dan berusaha, InsyaAllah kita bisa menyelesaikannya dengan baik.

Masalah adalah untuk dihadapi, dicari penyelesaian yang baik untuk kedua belah pihak, dan Kita tidak boleh lari dari masalah.

Itu dulu aja solusi dari saya, semoga dapat bermanfaat. Tulisan ini saya buat berdasarkan kisah pribadi, pengalaman orang lain, dan pengamatan.

Jangan lupa kasih komentar ya, hehehehhe, makasih kawan. . . . ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: