Bacterial Vaginosis (Infeksi di Vagina)

Sebagai cewek kita memang sering direpotkan dengan “tata cara” menjaga kesehatan daerah wanita. Ternyata semuaya beralasan lho . . .  :lol:

Karena kalau sampai kita sebagai wanita tidak menjaganya degan baik, maka akan ada banyak gangguan yang bakal menyerang . . . . idih jangan sampai ya . . . ? let’s go read this article . . . ^_^

BACTERIAL VAGINOSIS

Adalah perubahan keseimbangan bakteri normal yang ada di vagina dan bsia menyebabkan beberapa gejala-gejala yang menggangu. Dapat terjadi kemungkinan, akan ada lebih dari satu tipe infeksi yag bisa tumbuh di vagina, dalam waktu bersamaan.

PENYEBAB BACTERIAL VAGINOSIS

Tidak seimbangnya organisme floral yang hidup secara alami di vagina, adalah penyebab utama gangguan vagina ini menyerang para cewek. Normalnya, ada sekitar 95 % vagina floral yang berupa bakteri lactobacillus (bakteri yang baik unik, tapi beda dengan lactobacillus yang ada di yogurt ya . . . !). Bakteri inilah yang menjaga pH vagina kita tetap dalam kadar normal dan mencegah pertumbuhan orgaisme-organisme berbahaya atau bakteri pathogen (penyebab infeksi) di daerah kewanitaan. Nah, para cewek yang memiliki bacterial vagiosis memiliki tingkat lactobacillus yang lebih rendah dari keadaan normal, dan mempunyai kelebihan organisme berbahaya di daerah V-nya. Sayanganya, para ahli pun belum bisa menemukan penyebab spesifik kenapa bisa terjadi ketidakseimbangan itu. Meski belum diketahui secara pasti, angka kesehatan dan factor gaya hidup berkaitan banget dengan terjadinya baterial vaginosis.

GEJALA-GEJALA

Banyak cewek yang mengalami bacterial vaginosis tidak mengalami tanda-tanda atau gajala yang jelas. Karena ternyata bacterial vaginosis bukanlah suatu penyakit yang menyebabkan rasa gatal. Tetapi bisa kita cermati beberapa tanda-tanda ini, siapa tahu ada bakteri berbahay dalam vagina kamu.

  1. cairan kental yang dikeluarkan vagina berwarna putih keabu-abuan, dan berlebihan. Tapi 1 dari 3 cewek yang terkena bacterial vaginosis, cairan yang dikeluarkn berwarna kuning pekt.
  2. yang paling mengganggu adalah bau busuk (amis) yang ditimbulkan oleh cairan itu.

Gejala-gejala ini juga bisa timbul kalau cewek terkena penyakit seks menular terutama trichomonisis, infeksi saluran kencing, dan infeksi jamur vagina. Gangguan bacterial vaginosis beresiko; kelahiran premature, kadang-kadang menyebabkan rdang panggul, dan kehamilan di luar rahim.

Factor Miningkatkan Resiko bacterial vaginosis

  1. melakukan kativitas seks di usia dini.
  2. terkena infkesi peyakit seks menular.
  3. sering gonta-ganti pasangan seks
  4. memilih cewek sebagi partner seks. Jasi, seorang lesbian berisiko tinggi bacterial vaginosis
  5. pemasangan IUD (alat kontrasepsi)
  6. douching (treatment membersihkan daerah vagina)

Bacterial vaginosis sering hilang dengan sendirinya, tapi ada juga yang tidak bisa dihilangkan, dan beberapa diantaranya bisa balik lagi setelah sempat menghilang. Perawatan denga menggukan antibiotic, ada beberapa yang berhasil tapi ada juga yang tidak. 1 dari 4 kasus, bacterial vaginosis bisa dibersihkan tanpa obat-obatan setelah 1 minggu. Tapi, bacterial vaginosis juga balik lagi, bahkan setelah dilakukan perawatan.

ANTISIPASI

Apabila kamu merasa ada gejala-gejala bacterial vaginosis, coba langsung pergi ke dokter ahli utuk melakukan pemerikasaan vagina, dan tes laboratorium. Tes yag berupa pengambilan sample cairan vagina ini, biasanya dilakukan dengan beberapa cara:

  1. wet mount, sample cairan vagina dicampur dengna garam lalu diletakkan di kaca mikroskop untuk dilihat apakah ada bakteri dalam cairan vagina. Selain itu, dengan mikroskop bakal ketahuan sel darah putih yang terinfeksi baktri, dan apakah ada clue cells yag jadi indicator bacterial vaginosis.
  2. whiff test, ini dalah cara dimana cairan vagina diberi beberapa tetes Kalium Hidroksida (cairan sulfat) untuk menentukan apakah lender vagina itu menghasilkan bau busuk yang menyengat.
  3. vagina pH, normalnya pH vagina natara 3.8 – 4.5. Apabila terkena bacterial vaginosis, pH bisa mencapai angka di atas 4.5.
  4. gram stain, ini semacam kertas yang dicelupkan dalma sample cairan vagina. Positif kalau kertas terseut berubah wara menjadi ungu, dan negative apabila berubah warna menjadi pink.
  5. oligonucleotide probes, semacam tes DNA yang akurat, tapi masih jarang laboratorium yang menyediakan tes jenis ini.

Selain kita melakukan serangkaian tes labaorat dan lain sebagaianya, ada beberapa hal yang alangkah baiknya kita lakukan sebagai pencegahan, antara lain:

  1. Medications Treatmen, yaitu pemberian antibiotic (tentunya degna saran dan rekomedasi dari dokter ahli) adalah pilihan paling tepat untuk mencegah atau menghilangkan bacterial vaginosis. Ada antibiotic yang bisa diminum atau dimasukka ke vagina. Kalau dilihat dari efek sampingnya, cara kedua memiliki efek yang lebih kecil. Untuk pilihan itu, sesuai saran dari dokter saja . . . !
  2. Home Treatmen, banyak yang menyalahartikan peggunaan Lactobacillus acidhopilus dalam yogurt yang katanya bisa mengobati bacterial vaginosis. Padahal, susu atau yogurt yang mengandung lactobacillus tidak bekerja sama sekali dalam pengobatan bacterial vaginosis. Alasannya sih simple aja, karena lactobacillus yang ada dalam susu atau yogurt bukan tipe bakteri yang bisa hidup normal dalam vagina. Nah, kalau jenis lactobacillus yag hidup sehat dalam vagina adalah jenis lactobacillus L. crispatus dan L. jensenii. Ini dia yang terbukti efektif untuk megobati bacterial vaginosis.
  3. Balancing, Cara paling ampuh untukl mncegah terjadinya bacterial vaginosis adalah dengan menjaga kseimbangan ekosistem vagina.

Apaan tuh . . . . . . . . .  ?????  :cool:

Ekosistem vagina adlah lngkaran kehidupan di vagina yang dipengaruhi oleh dua unsure utama yaitu estrogen dan bateri lactobacillus (bakteri baik). Estrogen bertugas menetukan jumlah atau kadar glikogen (zat gula sebgai simpanan energi dalams sel tubuh manusia) yang ada di sel epitel vagina. Kalau glikogen itu nutrisi, dn lactobacillus yang akan dimetabolismeuntuk pertumbuhannya. Sisa metabolismenya adalah asam laktat, yang menentukan suasana asam di dalam vagina, dengan keseimbangan pH 3.8-4.5. Dengan tingkat keasaman itu, lactobacillus bakal subur dan bakteri pathogen akan mati.

Intinya kamu harus benar-benar menjaga kebersihan daerah V dalam kondisi apapun.

:lol: :lol:


Ini Rambu-rambunya

  1. sebelum buang air, bersihkan dahulu dudukan kloset dengan tisu. Atau jika kamu ragu dengan kebersihan kloset lapisi saja dengan tisu. Ini untuk mencegah kuman yang menempel, menyebar ke daerah V.
  2. setelah membilasnya dengan air, keringkan dengan tisu supaya celana dalam kita tidak lembab.
  3. kebiasaan hisup sehat mewmbuatmu untk memakai sabun untuk ‘bersih-bersih’ setelah buang air kecil? Jangan terlalu dibiasakan ya, karena dalam sabun mengandung alcohol yang kalau dipakai terlalu sering, tidak hanya membunuh kuman atau bakteri jaha, tapi bakteri baik juga bakal mati.
  4. di toilet Cuma ada tisu? Nah, jangan panic dulu, basahi saja tisu toilet itu dengan air untukl membersihkan daerah sensitive kamu. Biar tidak repot, siapkan semuaya sebelum kamu memulai aksi uang air kecil.
  5. jalau kamu lagi menstrulasi, biasakan mengganti pembalut setiap 3 sampai 4 jam sekali. Jarak waktu ini cukup untuk menghindari pembalut yang terlalu lembab, dan menampung terlalu bnayak darah. Jadi, daerah V kamu juga aman.
  6. udah bnayak yang bilang kalau jangan terlalu sering memakai cairan pembaersih daerah kewanitaan yang katanya bis amempertahakan pH ba,ance. Itu benar. Tapi apabila kamu terlalu sering, daerah V kamu bisa terlalu basa, dengan tingkat keasaman yang rendah. Padahal yang namanya balance itu kan seimbang anatara asam dan basa? Selain itu, lagi-lagi cairan pembersih daerah V yang kebanyakan, biasa mematikan bakteri-bakteri yang seharusnya hidup normal di vagina.

dikutip dari majalah Olga!

7 responses to this post.

  1. nah…ini diinget-inget nutk pelajarnmu juga…

    Balas

  2. Posted by jo²x on 27 Mei 2010 at 08:12

    mbakyuuuu, matur nuwun atas ilmunya….hehehe

    Balas

  3. Posted by julia on 30 September 2013 at 21:12

    Terima kasih atas infonya…

    Balas

  4. Posted by ochim on 26 November 2013 at 18:43

    makasih ilmunya mbak…….
    saya juga pernah baca di http://bacterial-vaginos.blogspot.com
    itu ada buku yang bisa mengatasi BV dengan cepat…….
    sekedar info…..hehehehehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.090 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: